DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROV. BANTEN
Situs Resmi DPRD Prov. Banten

Reses Dewan Maretta Dian Arthanti, Tampung Aspirasi Masalah Banjir Hingga Kesehatan

SERANG, – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Banten memasuki reses ke dua untuk masa Persidangan tahun 2019-2020. Para wakil rakyat provinsi Banten tersebut kembali ke konstituennya dan menyerap aspirasi.

Reses tersebut salah satunya dilakukan anggota DPRD Provinsi Banten, Maretta Dian Arthanti, Psi dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Tangerang Selatan, di Gedung Serba Guna Puri Flamboyan, Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur, Kamis, (05/03/2020)

Dalam kesempatan itu, masyarakat sangat antusias menyambut kegiatan reses wakil rakyat mereka sebagai sarana dalam menyampaikan keluh kesah dan aspirasi terhadap permasalahan yang ada di wilayahnya.

Maretta mengatakan, banyak warga yang mengeluhkan sering terjadinya banjir jika musim penghujan datang karena saluran air  tidak mampu menampung debit air yang tinggi jika hujan turun. Meskipun sudah ada perbaikan dari pemerintah daerah, tetapi tidak tidak seluruhnya drainase mendapatkan berbaikan. Oleh karena itu, masyarakat berharap perbaikan drainase tersebut dapat dilanjutkan untuk di selesaikan.

“Kemudian masyarakat juga meminta peningkatkan sarana-prasarana kesehatan dan ruang rawat inap di RSUD yang ada di Kota Tangerang Selatan khususnya Ciputat Timur karena sering terjadi penumpukan pasien dikarenakan kurangnya ruang rawat inap,” tuturnya.

“Selain itu masyarakat juga mengadu tentang pendistribusian kartu JKN-KIS yang masih kurang tepat sasaran. Banyaknya warga yang kurang mampu belum mendapatkan, diharapkan pemerintah daerah dapat mengkaji ulang data di masyarakat,” sambungnya.

Lebih lanjut Maretta mengatakan, bahwa di Kelurahan Rempoa, Kecamatan Ciputat Timur belum ada SLTP dan SLTA negeri. Masyarakat berharap, pemerintah dapat melakukan pembangunan SLTP dan SLTA negeri diwilayah tersebut.

“Sangat sulit untuk mendaftarkan anak-anaknya ke sekolah negeri disekitar karena terbentur sistem zonasi. Secara rasio seharusnya dihitung dengan jumlah kebutuhan dengan ketersediaan sekolah. Konsep zonasi ini cukup bagus dalam rangka pemerataan pembangunan pendidikan dan memberikan peluang yang sama kepada generasi muda,” ujarnya.

Anggota Komisi II DPRD Banten ini  menambahkan, kelompok pemuda di Kelurahan Rempoa khususnya RW 12 juga berharap, pemerintah dapat menggulirkan program pelatihan bagi kaum muda guna menangkal kegiatan negatif dan mengurangi angka pengangguran.

“Masyarakat juga meminta diadakan kegiatan bimbingan untuk mengikuti berbagai pelatihan yang dapat meningkatkan kemampuan kaum muda dan menjauhkan dari kegiatan yang kurang baik,” pungkasnya. (Ceu/Bid. Infopub)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

POJOK PARLEMEN