SERANG – Komisi IV DPRD Provinsi Banten melaksanakan rapat koordinasi dengan manajemen PT. Astra Infra Road Toll Tangerang – Merak, di Ruang Rapat Komisi IV pada Selasa, (29/03/22).
Turut hadir Ketua Komisi IV Muhamad Nizar, Sekretaris Komisi IV M. Nur Kholis, anggota Komisi IV Juheni M. Rois dan Ishak Sidik.
Pelaksanaan rapat koordinasi ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat ke Komisi IV DPRD Banten terkait pekerjaan pelebaran jembatan Ciujung yang menganggu aktifitas lalu lintas di wilayah tersebut.
Dari hasil pelaporan masyarakat, bahwa pembangunan pelebaran jalan yang tak kunjung usai tersebut membuat kemacetan yang luar biasa, terutama pada waktu berangkat dan atau pulang kerja.
Muhamad Nizar, selaku Ketua Komisi IV menjelaskan bahwa, anggota DPRD juga turut merasakan terkait pembangunan dan pelebaran jalan tol di KM 57 atau di area Jembatan Ciujung tersebut.
Nizar meminta kepada pihak PT. Astra dan Jaya Konstruksi untuk memberikan laporan dan pemaparan progres dari pekerjaan pelebaran jembatan tersebut, ia juga mengingatkan kepada pihak terkait untuk segera menyelesaikan pekerjaan tersebut terlebih akan memasuki bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.
“Komisi IV menerima aduan dari masyarakatr terkait pengerjaan pelebaran jembatan Ciujung, kami juga selaku anggota DPRD Banten ikut merasakan terkait pembangunan jalan tol di KM 57, jadi beberapa perwakilan datang ke Komisi IV menyampaikan keluh kesah yang dirasakan bahwa pembangunan tol tidak kunjung selesai sehingga menimbulkan kemacetan yang luar biasa terutama pada jam pulang dan berangkat kerja,” jelasnya.
“Oleh karena itu kami ingin mendengarkan dari pihak PT. Astra Infra Road terkait progres pembangunannya,” tambahnya.
Samsul, selaku perwakilan dari manajemen PT. Astra Infra Toll Road menuturkan bahwa pengerjaan pelebaran jalan tol Jembatan Ciujung diperlukan peningkatan dan rekonstruksi di jalur yang menuju ke arah Jakarta. Hal ini didasarkan pada kajian Litbang jembatan yang perlu dilakukan penambahan balok sehingga perlu dilakukan pembongkaran.
Sementara itu untuk arah menuju Merak hanya dilakukan penambahan kapasitas dan tidak terlalu parah jika dibanding lajur ke arah Merak, oleh karena itu kemacetan parah terjadi di lajur menuju Jakarta.
Samsul juga menjelaskan bahwa progres pembangunan jalan tol jembatan Ciujung Saat ini sudah mecapai 93%.
“Pelebaran jembatan Ciujung ini perlu dilakukan peningkatan dan rekonstruksi di jalur ke arah Jakarta. Dari hasil kajian litbang kami, jembatan di lajur ini perlu dilakukan penambahan balok sehingga harus dibongkar. Sementara itu untuk arah Merak hanya dilakukan penambahan kapasitas saja, jadi tidak se parah lajur menuju Jakarta,” jelasnya.
“Kemacetan yang terjadi di lajur yang menuju Jakarta disebabkan karena memang lajur tersebut cukup parah dan perlu rekonstruksi,” tandasnya.
Pihak Astra juga menuturkan bahwa pengerjaan bisa rampung sebelum hari raya Idul Fitri 2022 dan pada rapat koordinasi ini telah disampaikan skema lalu lintas selama libur lebaran pada Tangga 15 April sampi 15 Mei 2022. (Yuni/Bid.InfoPub&Dok)
