DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROV. BANTEN
Situs Resmi DPRD Prov. Banten

Rapat Dengan Dinkes, Komisi V DPRD Banten Bahas Program Kerja dan Covid-19

Banner Idul Fitri 1442H

SERANG, – Komisi V DPRD Provinsi Banten melakukan rapat kerja dengan Dinas Kesehatan Provinsi Banten bertempat di ruang rapat Komisi V, pada Kamis (11/02/21).

Adapun agenda dalam rapat ini yaitu evaluasi program kerja Dinas Kesehatan tahun 2020, dilanjutkan dengan pemaparan Program Kerja Dinas Kesehatan tahun 2021 serta pembahasan terkait perkembangan penanganan Covid-19 di Provinsi Banten.

Hadir dalam rapat tersebu Ketua Komisi V DPRD Banten Muhammad Nizar didampingi para anggota Komisi V diantaranya yaitu Dr. Hj. Shinta Wishnu Wardhani, H. Umar Bin Barmawi., ST., MM, Ahmad Fuady, dan H. Iskandar S.Ag., M.Sos .

Dalam pembukaannya, Ketua Komisi V DPRD Banten Muhammad Nizar mengatakan, bahwa agenda rapat ini untuk mengevaluasi program kerja Dinas Kesehatan yang sudah dilaksanakan pada tahun 2020. Sehingga jika ada kegiatan yang belum sesuai target, maka dalam rapat ini dapat dibahas bersama-sama sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan program kerja yang akan dilaksanakan di tahun berikutnya.

Selain itu beliau menambahkan, bahwa Komisi V juga ingin mengetahui rincian program kerja Dinkes Banten di tahun 2021 serta pembahasan perkembangan penanganan covid-19 di Banten sudah sejauh mana.

“Sebelumnya saya ingin mengucapkan terimakasih kepada ibu Kadinkes dan staff Dinkes lainnya yang sudah menyempatkan waktunya untuk hadir dalam rapat hari ini. Untuk agenda rapat hari ini kita akan melakukan evaluasi terkait program kerja Dinkes di tahun 2020. Selain itu kami dari Komisi V juga ingin mengetahui program kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Dinkes Banten di tahun 202 ini, dan tidak lupa tentunya kita akan bahas terkait penanganan pandemi covid-19 dan penyaluran vaksinasi di Banten,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas kesehatan Provinsi Banten Dr. dr. Hj. Ati Pramudju Hastuti, MARS menyampaikan, bahwa program kerja yang akan dilaksanakan oleh Dinkes dibtahun 2021 ini diantaranya yaitu pembangunan 3 Rumah Sakit baru yaitu RSUD Cilograng, RSUD Labuan dan RSJKO Banten.

Selain itu, Dinkes akan melakukan pengembangan RSUD Banten menjadi rumah sakit pendidikan tipe B yang diperuntukan bagi para Universitas di wilayah Banten dan pengembangan RSUD Banten untuk menjadi rumah sakit rujukan ke 2 setelah RSUD Tangerang.

Pengembangan rumah sakit rujukan ini, kata dia, dilakukan karena mengingat Provinsi Banten hanya memiliki satu rumah sakit rujukan yakni RSUD Tangerang. Sehingga, masyarakat di wilayah selatan terkendala oleh jarak tempuh yang cukup jauh serta sulit untuk dijangkau.

“Untuk program kerja Dinkes tahun 2021 ini, kami akan melakukan pembangunan 3 rumah sakit baru yaitu RSUD Cilograng, RSUD Labuan dan RSJKO Banten. Selain itu akan dilakukan pengembangan RSUD Banten menjadi rumah sakit pendidikan tipe B yang diperuntukan bagi para Universitas di wilayah Banten dan pengembangan RSUD Banten menjadi RS rujukan ke 2 setelah RSUD Tangerang. pengembangan rumah sakit rujukan ini dilakukan agar saudara-saudara kita di wilayah Selatan yang secara jarak cukup jauh aksesnya tidak kesulitan untuk mengakses rumah sakit rujukan Provinsi, karena sudah ada RSUD Banten,” paparnya.

Kemudian, terkait penanganan Covid-19 dan penyaluran vaksinai di Provinsi Banten, Dr. dr. Hj. Ati Pramudju Hastuti, MARS menjelaskan, bahwa saat ini Provinsi Banten sudah tidak berada di zona risiko tinggi. Namun demikian, angka kasus di Banten masih tinggi sehingga dalam penanganan dan pencegahannya tidak boleh lengah.

Adapaun untuk pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Banten, akan dilaksanakan kedalam 4 tahap, tahap pertama dilaksanakan proses vaksin kepada tenaga kesehatan hingga 10 Febuari 2021, tahap kedua akan dilaksanakan bulan Februari sampai dengan Maret yang dialokasikan untuk pelayan public, termasuk didalamnya anggota DPRD mulai dari tingkat Provinsi sampai Kab/Kota, tahap ketiga dilakukan untuk masyarakat yang rentan dan tahap ke empat untuk masyarakat lainnya.

“Meskipun hasil dari pakar BNPB menyebutkan Banten sudah tidak berada di zona risiko tinggi, namun sesungguhnya jika melihat angka Covid-19 kita masih tinggi, sehingga kita tetap tidak boleh lengah. Lalu terkait pelaksanaan vaksinasi, rencananya akan dilakukan dalam 4 tahapan. Pertama sudah dilaksanakan dan selesai tadi malam tepatnya ditanggal 10 Februari, tahapan pertama dialokasikan untuk para tenaga Kesehatan yang berada di garda terdepan, lalu tahapan kedua akan dilaksanakan mulai dari bulan ini sampai berakhir di bulan Maret, dan dialokasikan untuk para pelayan public yang didalamnya juga termasuk DPRD mulai dari tingkat Provinsi sampai Kab/Kota dan para guru, tahapan ketiga pada bulan April dan dialokasikan untuk masyarakar yang rentan dan yang terakhir tahap ke empat untuk masyarakat lainnya,” jelasnya. (Yuni/Bid. infopub)

POJOK PARLEMEN