POPTI atau Perhimpunan Orang Tua Penyandang Thalassemia Indonesia terus memperkuat advokasi bagi penyandang thalasemia melalui kemitraan dengan berbagai pemangku kebijakan. Upaya itu kembali dilakukan jajaran POPTI Tangerang Selatan saat melakukan audiensi dengan Komisi V DPRD Provinsi Banten di ruang rapat Komisi V, Jumat.
Audiensi tersebut diterima langsung oleh Ananda Trianh Salichan bersama jajaran anggota Komisi V. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dengan fokus pembahasan pada penguatan layanan kesehatan, ketersediaan darah, serta dukungan kebijakan bagi anak-anak penyandang thalasemia di Provinsi Banten.
Dalam kesempatan itu, perwakilan POPTI Tangerang Selatan menyampaikan bahwa kebutuhan transfusi darah rutin, akses pengobatan, serta dukungan psikososial bagi pasien thalasemia masih menjadi perhatian utama. Organisasi tersebut berharap pemerintah daerah dapat menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada para penyandang thalasemia beserta keluarganya.
Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten, Ananda Trianh Salichan, menyampaikan apresiasinya atas langkah advokasi yang dilakukan POPTI. “Kami mengapresiasi perjuangan para orang tua yang tergabung dalam POPTI. Aspirasi yang disampaikan hari ini menjadi masukan penting bagi kami dalam memperkuat kebijakan kesehatan, khususnya bagi anak-anak penyandang thalasemia di Banten,” ujar Ananda.
Secara tidak langsung, Ananda menegaskan bahwa Komisi V akan menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan dalam audiensi tersebut dan membuka ruang koordinasi lanjutan dengan dinas terkait agar kebutuhan pasien thalasemia dapat terakomodasi secara lebih optimal.
Sementara itu, perwakilan POPTI Tangerang Selatan menyatakan bahwa audiensi ini merupakan langkah strategis untuk membangun sinergi dengan legislatif. Mereka berharap dukungan DPRD Provinsi Banten dapat menghadirkan sistem pelayanan kesehatan yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan memberi kepastian layanan bagi para penyandang thalasemia di wilayah Banten.

