Pastikan Disiplin Pegawai, Sekda Banten: Keberhasilan Pemprov Adalah Kerja Kita Bersama

BANTEN – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten, Deden Apriandi, menegaskan pentingnya kedisiplinan dan semangat kerja aparatur sipil negara (ASN) sebagai fondasi keberhasilan pembangunan daerah. Hal itu disampaikannya saat menjadi pembina apel pagi di lingkungan Sekretariat DPRD Provinsi Banten, Kamis (26/2/2026).

Dalam amanatnya, Deden mengapresiasi kehadiran dan partisipasi para pegawai dalam apel pagi. Ia menyampaikan bahwa dirinya secara langsung berkeliling ke setiap organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan kedisiplinan dan kehadiran ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.

“Saya ingin memastikan kedisiplinan dan kehadiran pegawai di lingkungan Pemprov Banten. Karena itu, saya berkeliling ke setiap OPD untuk menjadi pembina apel,” ujarnya.

Memasuki bulan suci Ramadan, Deden mengingatkan agar momentum tersebut tidak dijadikan alasan untuk menurunkan produktivitas kerja.

“Bulan puasa bukan menjadi alasan untuk berleha-leha dan bermalas-malasan. Justru kita harus lebih semangat di bulan suci yang penuh keberkahan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan instruksi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terkait pelaksanaan kegiatan korve atau bersih-bersih di lingkungan tempat kerja masing-masing.

“Laksanakan korve atau bersih-bersih dengan penuh semangat dan keikhlasan. Jangan hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi jadikan budaya dalam menjaga kebersihan lingkungan kerja,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Deden turut mengajak seluruh ASN untuk berbangga atas capaian kinerja Pemerintah Provinsi Banten dalam satu tahun terakhir di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur.
Salah satu program strategis yang disoroti adalah Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra). Pada tahun 2025, Pemprov Banten telah membangun 61 ruas jalan dan satu jembatan dengan total panjang 67,87 kilometer.

“Program ini difokuskan di lima kabupaten/kota, khususnya di wilayah Pandeglang dan Lebak, dengan anggaran mencapai Rp184 miliar pada tahun 2025,” jelasnya.

Selain itu, Pemprov Banten juga menggulirkan Program Sekolah Gratis bagi SMA, SMK, dan SKh swasta mulai tahun ajaran 2025–2026. Program yang didanai melalui APBD tersebut menargetkan sekitar 60.705 hingga 76.645 siswa, dengan data tervalidasi Dapodik tahap awal sekitar 65.000 siswa, guna meningkatkan akses pendidikan dan mencegah angka putus sekolah.

“Tentu dalam setiap kebijakan dan keberhasilan program-program Pemprov Banten yang dikomandoi oleh Bapak Andra dan Dimyati juga ada kinerja kita semua dalam setiap prosesnya. Jadi saya ucapkan terima kasih,” ucap Deden.

Melalui apel pagi tersebut, Sekda menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak lepas dari kontribusi seluruh ASN. Kedisiplinan, semangat kerja, dan komitmen bersama menjadi kunci utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang optimal dan pembangunan yang berkelanjutan di Provinsi Banten. (Ags/Infopubdok)