Kamis, 25 April 2019 00:56:17 Wib



Berita Dewan

Kemenpar Ajak Jurnalis Sajikan Berita Ramah Pariwisata

Selasa, 02 April 2019 15:55:46 wib Dibaca: 40 Pengunjung

PANDEGLANG - Kementrian Pariwisata (Kemenpar) RI memastikan objek wisata di kawasan Selat Sunda pascatsunami sudah aman untuk kembali dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Beberapa alasan Selat Sunda sudah aman untuk dikunjungi, di antaranya sudah selesainya masa recovery objek wisata dan juga menurunnya statusnya Gunung Anak Krakatau (GAK) dari level III ke level II.

“Kita harus akui tiga bulan lalu pasca tsunami denyut nadi perekonomian di Selat Sunda masih belum pulih. Namum saat ini Selat Sunda sudah aman untuk dikunjungi oleh wisatawan,” ungkap Kepala Biro Komunikasi Kemenpar, Guntur Sakti saat membuka acara Sosialisasi Jurnalisme Ramah Pariwisata Dalam Rangka Gerakan Sadar Wisata di Tanjunglesung, Pandeglang, Senin (01/04/2019).

Ia menjelaskan, Menpar Arief Yahya menginginkan tiga bulan pascatsunami kegiatan pariwisata di Selat Sunda bisa kembali normal. Bahkan Menpar, meminta bantuan kepada jurnalis untuk menyajikan berita yang ramah pariwisata.

“Pokoknya tiga bulan recovery sudah selesai dan kita kick off,” kata dia.

Sementara, editor buku Jurnalisme Ramah Pariwisata, Agus Sudibyo mengatakan, media harus menghitung dampak pemberitaan. Jangan sampai terjadi kekeliruan menulis berita yang tentunya akan berdampak negatif.

“Pariwisata itu sangat rentan terhadap pemberitaan sebagai garda terdepan kampanye pariwisata. Contohnya Gunung Agung di Bali tahun lalu, gambar-gambarnya lelehan lava, orang mengungsi, dan tumpukan masyarakat di bandara. Namun apakah berita tersebut salah? Tidak, karena itu fakta, tetapi dampaknya tentu merugikan dunia pariwisata,” jelasnya.

Ia mencontohkan salah satu pemberitaan bencana yang keliru terjadi pada saat meletusnya Gunung Merapi, Yogyakarta, November 2010 lalu. Dalam sebuah pemberitaan media televisi disebutkan, awan panas Merapi telah mencapai Jalan Kaliurang kilometer 5. Awan panas Gunung Merapi atau yang dikenal dengan Wedhus Gembel memiliki suhu lebih dari 500 derajat celcius.

“Masyarakat Yogjayakarta paham benar tentang keganasan si Whedus Gembel ini. Sementara Jalan Kaliurang kilometer 5 sudah sangat dekat dengan pusat keramaian Kota Yogyakarta. Akibat berita itu masyarakat banyak yang mengungsi dan ternyata berita itu tidak benar. Berita yang benar adalah awan panas Merapi telah meluncur hingga radius 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi dan akhirnya berita itu diralat 10 menit kemudian. Tetapi dampak berita itu sudah kadung menyebar,” pungkasnya. (Humas)

PIMPINAN DPRD

AGENDA

13
Selasa, 13 November 2018
Rapat Paripurna DPRD Provinsi Banten
(Sudah dilaksanakan)
01
Kamis, 01 November 2018
Rapat Paripurna DPRD Provinsi Banten
(Sudah dilaksanakan)
Top